Etalase Barang Impor Luxury

Menelusuri Jejak Kultus Dahn World yang Dikaitkan dengan BTS


disrupsi.id - Medan | Dahn World menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan, khususnya di kalangan penggemar K-Pop. Sebab kultus ini dikaitkan dengan agensi hiburan HYBE, yang menaungi grup idol ternama seperti BTS, Le Sserafim, dan NewJeans.

Rumor ini muncul kala perseteruan antara Bang Si Hyuk dan CEO ADOR, Min Hee Jin, makin panas. ADOR merupakan anak perusahaan HYBE sekaligus agensi yang menaungi NewJeans.

Kemudian mantan trainee HYBE di media sosial menuduh agensi tersebut memiliki keterkaitan dengan Dahn World. Kedekatan Bang Si Hyuk, CEO HYBE, dengan Lee Seung Heon, pendiri Dahn World, semakin memperkuat spekulasi tersebut.

Apa itu Dahn World?

Dikutip dari laman Koreaboo, Selasa (1/5/2024), Dahn World didirikan oleh Lee Seung-heon, yang kemudian mengubah namanya menjadi Ilchi Lee. Dahn World sendiri memiliki filosofi yang memadukan ajaran agama dan spiritualitas dengan konsep pengembangan diri.

Pengikutnya meyakini bahwa Tuhan dan manusia adalah satu kesatuan dan Mago, dewi alam semesta, adalah representasi dari energi feminin ilahi. Keseimbangan antara Yin dan Yang menjadi fokus utama dalam mencapai pencerahan diri.

Organisasi ini memiliki struktur hierarki dengan Lee Seung Heon sebagai pemimpin tertinggi. Pengikut terbagi dalam tingkatan berdasarkan pemahaman dan komitmen mereka, dan Dahn World memiliki ritual dan meditasi khusus untuk mencapai pencerahan diri.

Pada masa mudanya, Lee Seung-heon bekerja sebagai teknisi laboratorium. Namun, menginjak usia 28 tahun, dia merasa tidak puas dengan hidupnya. Lee mendaki ke puncak Gunung Moak di Korsel pada 1980 dan bermeditasi selama 21 hari tanpa makan dan tidur. 

Setelah itu, Lee mengaku mendapatkan momen pencerahan bahwa dia terdiri atas energi kosmis, energi tanpa awal dan akhir. Dia turun dari gunung untuk menyebarkan kabar baik itu, lalu mengubah namanya menjadi Ilchi, artinya orang yang "menunjuk jalan"

Lee mengajarkan latihan pikiran-tubuh di taman dan tempat publik, secara bertahap mengembangkan pengikutnya. Pada 1985, dia membuka pusat Dahn pertamanya di Seoul. Dari sana, Lee bergerak tanpa henti, berkeliling Korea dan mencari pengikut di seluruh negeri. 

Selain Dahn World, Lee juga mendirikan Global Cyber ​​University (GCU) Korea Selatan. Pada Oktober 2009, sekolah tersebut diakreditasi oleh Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi Korsel.  Pada Maret 2010, Lee menunjuk dirinya sendiri sebagai rektor.

Fakta bahwa mayoritas member BTS menempuh studi di GCU menambah rumor keterkaitan grup dengan sekte Dahn World. Namun, banyak sekali idola K-pop yang juga sedang berkuliah dan/atau sudah lulus dari GCU, karena proses penerimaan yang sederhana dan penyelesaian gelar virtual. 

Namun, Dahn World tidak luput dari kontroversi. Mantan pengikut menuduh Dahn World menggunakan manipulasi mental untuk mengendalikan anggotanya, dan organisasi ini dianggap tidak transparan dalam operasionalnya. 

Akan tetapi hingga saat ini, tidak ada bukti konkret yang menghubungkan HYBE dengan Dahn World. Dahn World juga tidak diklasifikasikan sebagai sekte berbahaya oleh otoritas Korea Selatan.

Kontroversi dan Dugaan Keterkaitan dengan HYBE

Dahn World telah lama dikritik atas beberapa praktiknya, termasuk tuduhan manipulasi psikologis, kontrol keuangan, dan eksploitasi anggota. Para kritikus melihat Dahn World sebagai kultus yang berbahaya, meskipun organisasi tersebut menyangkal tuduhan tersebut.

Keterkaitan HYBE dengan Dahn World menimbulkan kekhawatiran tentang kesejahteraan artis-artisnya, terutama para trainee muda yang rentan terhadap pengaruh eksternal. HYBE Labels sendiri menyangkal keras tuduhan tersebut, menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan Dahn World dan tidak mentoleransi praktik sekte.

Sementara itu, Dahn World secara langsung juga membantah keterkaitan dengan HYBE Labels. “Di tengah perselisihan yang berlangsung antara agensi hiburan HYBE dan CEO ADOR Min Hee Jin, muncul rumor yang melibatkan Dahn World. Kami ingin menyatakan dengan jelas, bahwa tuduhan ini tidak berdasar,” begitu pernyataan organisasi ini dalam unggahan di kanal YouTube-nya, Rabu (1/5/2024), dilansir dari The Korea Times.

Dahn World juga berencana mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap mereka yang menyebar informasi palsu yang sudah mencoreng reputasi, mengganggu bisnis, hingga menyebabkan kerugian finansial yang mereka alami. Dahn World yang dikenal dengan identitas sebagai kelompok meditasi, juga menepis tuduhan bahwa mereka adalah kultus keagamaan.

“Rumor negatif dan tidak berdasar ini tak hanya merusak integritas Dahn World tapi juga sangat memengaruhi reputasi karyawan dan anggota kami. Meskipun nilai-nilai yang kami pegang terinspirasi prinsip-prinsip pendirian Korea, kami bukanlah organisasi keagamaan," ujar pihak Dahn World.  (*)



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال