Etalase Barang Impor Luxury

Bobby Nasution Minta Maaf ke Ijeck dan Golkar Sumut Soal Pilgub Sumut

disrupsi.id - Medan | Wali Kota Medan Bobby Nasution menyampaikan permintaan maaf jika kehadirannya pada saat pengarahan calon kepala daerah (Cakada) di DPP Partai Golkar Jakarta telah menyinggung jajaran DPD Partai Golkar Sumut dan Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah alias Ijeck.

"Secara pribadi saya mohon maaf kepada DPD Golkar Sumut dan bang Ijeck. Kalau undangan itu menyinggung Golkar Sumut ataupun pribadi," kata Bobby Nasution usai menghadiri malam takbiran di Lapangan Merdeka Medan, Selasa (9/4/2028)

Mantu Presiden RI Jokowi itu menyadari kesalahannya telah memberikan statement mengenai diusung DPP Partai Golkar menjadi bakal calon gubernur Sumut. Bobby Nasution mengaku hanya menghadiri undangan yang diberikan ke DPP Partai Golkar kepadanya baik sebagai bakal calon Gubernur Sumut maupun sebagai bakal calon Wali Kota Medan.

"Yang pasti saya kemarin hadir di sana menerima undangan. Undangannya memang dua sebagai calon gubernur dan sebagai calon Wali Kota Medan. Ya kalau memang DPD Golkar Sumut menyatakan seperti itu saya juga kemarin agak agak ini ya, statemen sana sini, jadi saya secara pribadi mohon maaf," pungkasnya.

Begitupun Bobby menyampaikan secara pribadi masih berhubungan baik dengan Musa Rajekshah. Ia pun berencana bersilaturahmi ke kediaman Musa Rajekshah sekaligus ingin memberikan klarifikasi atas masalah itu.

"Tapi secara pribadi saya rasa saya dan Bang Ijeck tidak ada persoalan apa apa kami sangat berhubungan baik sekali. Kalau beliau ada di Medan saya akan bersilaturahmi. Tapi kebetulan beliau tidak ada di Medan. Untuk mengklarifikasi ataupun menyampaikan yang beberapa hari ini terjadi tentang Golkar. Saya mohon maaf lah dalam kesempatan ini," urainya.

Bobby mengakui hadir ke acara pengarahan DPP Partai Golkar karena undangan sebagai bakal calon Gubernur Sumut dan bakal Calon Wali Kota Medan. Namun dalam pertemuan itu memang belum ada penunjukan langsung untuk maju sebagai Calon Gubernur Sumut dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Saya kan dari Golkar itu tetap dua baik secara gubernur dan wali kota. sekarang mau ditafsirkan saya sebagai calon gubernur atau calon wali kota itukan tafsiran dari masing masing," urainya.

Selain itu, tambah Bobby, Musa Rajekshah juga diundang hadir ke DPP Partai Golkar sebagai bakal calon Gubernur Sumut dan sebagai bakal calon Wakil Gubernur Sumut. Ia mengaku masih menunggu arahan dari Airlangga Hartarto.

"Sama saya rasa undangannya ya, sama kayak bang Ijeck sebagai calon gubernur dan sebagai calon wakil gubernur juga. Dua dua sama undangan itu. Yang pasti diundang kemarin itu belum ada menyebutkan si A jadi calon ini, si B jadi calon ini belum. Kita ikuti apa arahan dari pak Airlangga. Itu yang harus kita ikuti dulu," bebernya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Ilhamsyah berkeyakinan bahwa jika dilakukan survei maka sosok Musa Rajekshah paling tinggi elektabilitasnya dibandingkan Bobby Nasution. Sebab di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah, partai Golkar berhasil menang di Sumut saat Pileg 2024. Karena itu, Golkar Sumut akan mengusung Musa Rajekshah di Pilgub Sumut. 

"Kami yakin kalau survei dilakukan yang pasti Musa Rajekshah. Karena kami punya struktur dari provinsi sampai ke desa buktinya dengan kemenangan Golkar di Sumut. Saat ini Golkar Sumut berkeyakinan akan mengusung Musa Rajekshah," terangnya di Kantor DPD Partai Golkar Sumut beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, tambahnya, DPP Partai Golkar harus mempertimbangkan masukan dari akar rumput. Tak hanya itu, dia juga memastikan bahwa Ketua Umum DPP Airlangga Hartarto tidak ada menyampaikan memberikan rekomendasi ke Bobby Nasution untuk diusung di Pilgub Sumut. 

"Yang di Jakarta itukan hanya undangan saja untuk menghadiri. Jadi siapa saja berhak hadir. Inikan masih surat penugasan saja. Saya kemarin hadir di sana itu ketum tidak ada bicara (usung Bobby di pilkada sumut). Sampai hari ini Bobby belum ada komunikasi dengan DPD Golkar Sumut. Tapi kalau ke pusat sana saya gak tahu. Kami yakin beliau (Bobby) itu hadir di Jakarta kemarin sebagai bakal calon wali kota Medan juga. Tapi kami Golkar Sumut sudah paham ke arah mana kami melangkah, " paparnya.

Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah DPD Partai Golkar Sumut, Riza Fakhrumi Tahir mengatakan DPD Partai Golkar Sumut akan melakukan penjaringan mulai 9 - 23 April 2024 untuk bakal calon kepala daerah baik Pilgub Sumut maupun pilkada kabupaten/kota. 

"Sumber rekruitmennya berasal dari internal dan di luar Partai Golkar. Penjaringan dilakukan di 34 wilayah di Sumut. Kami membantu DPP untuk mendapatkan calon kepala daerah yang punya kompetensi, integritas, elektabilitas baik yang berasal dari internal Golkar maupun eksternal," kata Riza.

Menurutnya sosok yang akan diusung nantinya di Pilkada tentu yang diutamakan harus memenuhi kriteria antara lain kader Partai Golkar hingga pengabdian kepada Partai Golkar. Hingga saat ini, sosok yang paling memenuhi kriteria tersebut untuk diusung di Pilgub Sumut yakni Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah (Ijeck)

"Pak Ijeck juga nantinya akan mendaftar. Apalagi Golkar sudah punya sukses story pada pileg dan pilpres. Di Sumut kita menang. Jangan ujuk ujuk baru kemarin sore jadi kader Golkar, kemudian mendaftar dan mengaku sebagai orang Golkar. Kualifikasinya harus jelas, pengabdiannya kepada partai ini harus jelas, " tegasnya. 

Riza pun memastikan bahwa Bobby Nasution hanya mendapatkan penugasan dari DPP Partai Golkar bukan rekomendasi untuk diusung maju Pilgub Sumut. Dia mengaku heran dengan banyaknya pemberitaan bahwa Bobby Nasution yang diusung Golkar di Pilgub Sumut. 

"Saya juga heran proses baru satu tahap dilaksanakan, kok sudah bicara diputuskan menjadi calon. Jadi tahapan itu masih panjang. Kok sudah mengklaim dapat dukungan. Itulah namanya politik. Kemarin itu Bobby menangnya di situ di saat pak Ijeck tidak ada, secara persepsi publik, seakan akan dia sudah dicalonkan oleh partai Golkar, padahal belum, " tegasnya.

(*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال