Etalase Barang Impor Luxury

Marah Saat Puasa: Batal atau Pahala Terkikis?


disrupsi.id - Medan | Puasa bukan hanya menahan diri dari lapar dan haus, tapi juga mengendalikan diri dari hawa nafsu. Salah satu godaan terbesar saat berpuasa adalah marah. Pertanyaannya, apakah marah membatalkan puasa?

Jawabannya: TIDAK membatalkan. Marah merupakan emosi alami manusia, dan wajar jika muncul rasa marah saat berpuasa.

Namun, marah yang tidak terkendali dapat mengurangi pahala puasa. Bayangkan, Anda menahan diri dari makan dan minum, namun pahala puasa terkikis karena amarah yang meledak-ledak.


Pendapat Ulama tentang Marah Saat Berpuasa

Menurut para ulama, marah saat berpuasa tidak membatalkan puasa, namun dapat mengurangi pahala puasa.

Berikut beberapa pendapat ulama tentang marah saat berpuasa:

1. Syaikh Ibnu Utsaimin:

Dalam kitab "Zadul Ma'ad", beliau menjelaskan bahwa marah merupakan sifat manusia yang wajar.

Namun, marah yang berlebihan dan tidak terkontrol dapat mengurangi pahala puasa.

Beliau menganjurkan untuk menahan diri dari amarah dan mengendalikan emosi saat berpuasa.

2. Ustadz Abdul Somad:

Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa marah saat berpuasa dapat membatalkan pahala puasa.

Beliau menganjurkan untuk melakukan kegiatan positif seperti membaca Al-Quran atau mendengarkan tausiyah untuk mengisi waktu luang saat puasa dan membantu menenangkan pikiran.

Beliau juga menganjurkan untuk banyak berzikir dan berdoa agar terhindar dari rasa marah.

3. Syaikh Zainuddin bin Ali Al-Ghauthi:

Dalam kitab "Ihya' Ulumiddin", beliau menjelaskan bahwa marah dapat mengganggu kekhusyukan dalam berpuasa.

Beliau menganjurkan untuk mengingat Allah SWT saat merasa marah agar hati menjadi tenang dan rasa marah mereda.

Beliau juga menganjurkan untuk banyak melakukan kebaikan seperti membantu orang lain agar terhindar dari rasa marah.

4. Imam Al-Ghazali:

Dalam kitab "Ihya' Ulumiddin", beliau menjelaskan bahwa marah merupakan salah satu penyakit hati.

Beliau menganjurkan untuk melatih diri untuk mengendalikan amarah dengan cara bersikap sabar dan menghindari hal-hal yang dapat memicu kemarahan.


Bagaimana cara mengendalikan marah saat puasa?

Berikut beberapa tips:

1. Istirahat Cukup: Kurang tidur dapat meningkatkan sensitivitas dan mudah marah. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup agar lebih mudah mengendalikan emosi.

2. Makan Sahur yang Sehat: Hindari makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan saat sahur. Konsumsi makanan kaya serat dan protein untuk menjaga kadar gula darah stabil dan menghindari mood swing.

3. Minum Air Putih yang Cukup: Dehidrasi dapat memperburuk rasa lapar dan mudah marah. Minum air putih yang cukup selama sahur dan berbuka untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

4. Lakukan Aktivitas Relaksasi: Meditasi, yoga, atau mendengarkan musik favorit dapat membantu menenangkan pikiran dan meredakan stres. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas relaksasi ini.

5. Hindari Pemicu: Jika ada orang atau situasi yang mudah memicu amarah, hindari sebisa mungkin. Kenali diri Anda dan jauhkan diri dari hal-hal yang dapat memicu kemarahan.

6. Ingat Allah SWT: Ingatlah bahwa Allah SWT menyukai orang yang sabar dan mampu mengendalikan emosinya. Saat rasa marah muncul, istighfarlah dan ingatlah Allah SWT.

7. Berbagi dan Berbuat Baik: Melakukan kebaikan dan membantu orang lain dapat membantu mengalihkan pikiran dari rasa marah dan meningkatkan mood.

8. Bersabar dan Tetap Positif: Berusahalah untuk tetap sabar dan positif dalam menghadapi situasi apapun. Ingatlah bahwa pahala puasa yang sempurna menanti di balik kesabaran dan pengendalian diri Anda.


Marah saat puasa bukan akhir dunia. Jadikan momen ini sebagai latihan untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Ingat, pahala puasa yang sempurna menanti di balik kesabaran dan pengendalian diri Anda.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال